Yuk Berdo'a: Do'a dijauhkan dari kemalasan dan tekanan hutang


artinya:
"Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari rasa gelisah dan sedih, dari kelemahan dan kemalasan, dan sifat pengecut dan bakhil, dan dari tekanan hutang dan kesewenang - wenangan orang."



Halal Bihalal dan Kesalehan Sosial

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Dr HM Harry Mulya Zein 

“Minal Aidin Wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin.” Untaian kalimat itu yang paling banyak terdengar ketika momentum Idul Fitri. Alhamdulillah, Lebaran telah tiba dan proses halal bihalal sudah berlangsung.

Bagi kita Umat Islam, Idul Fitri bukan sekadar perayaan ritual semata. Idul Fitri yang memiliki arti kembali kepada kesucian, atau kembali ke asal kejadian menjadi momentum yang berbahagia. Bagaimana tidak, di saat Idul Fitri, sebagaimana diambil dari bahasa Arab, yaitu fithrah, berarti suci, Umat Islam lahir ‘kembali’ seorang manusia yang tidak dibebani dosa apapun. Bagaikan kelahiran seorang anak, yang diibaratkan secarik kertas putih.

Budaya saling memaafkan ini lebih populer disebut halal-bihalal. Fenomena ini adalah fenomena yang terjadi di Tanah Air, dan telah menjadi tradisi di negara-negara rumpun Melayu. Ini adalah refleksi ajaran Islam yang menekankan sikap persaudaraan, persatuan, dan saling memberi kasih sayang.

Kata halal memiliki dua makna. Pertama, memiliki arti 'diperkenankan'. Dalam pengertian pertama ini, kata halal adalah lawan dari kata haram. Kedua, berarti “baikâ”. Dalam pengertian kedua, kata “halal” terkait dengan status kelayakan sebuah makanan.

Dalam pengertian yang lebih luas, halal-bihalal adalah acara maaf-memaafkan pada hari Lebaran. Keberadaan Lebaran adalah suatu pesta kemenangan umat Islam yang selama bulan Ramadhan telah berhasil melawan berbagai nafsu hewani. Dalam konteks sempit, pesta kemenangan Lebaran ini diperuntukkan bagi umat Islam yang telah berpuasa, dan mereka yang dengan dilandasi iman. Menurut Dr. Quraish Shihab, halal-bihalal merupakan kata majemuk dari dua kata bahasa Arab halala yang diapit dengan satu kata penghubung ba (dibaca: bi) (Shihab, 1992: 317).

Ketika Cinta melahirkan Kasih Sayang tuk saling menghargai

Ketika cinta telah mengikat kita dalam sebuah ikatan pernikahan, maka selanjutnya lika liku dan prahara dalam rumah tangga adalah bumbu penyedap hubungan pernikahan. Bagi suami ataupun istri harus belajar untuk mampu saling menghormati, menghargai dan menyayangi karena perbedaan dan perselisihan paham pasti akan terjadi mengingat pernikahan berusaha menyatukan 2 (dua) insan yang benar-benar berbeda. Tentunya perbedaan itu kadang kala memunculkan polemik dan permasalahan yang serius manakala antara suami ataupun istri tidak saling menyayangi dan menghargai satu sama lain. Ini adalah sebuah kisah yang patut kita (khususnya bagi pasangan suami istri) contoh. Kisah ini sampai kepada saya melalui media BBM waktu itu dan karena cukup bagus maka tidak ada salahnya kalo dibagikan dengan harapan dapat menjadi pelajaran bagi kita semua.

Shollu 3.08.2 : Software Pengingat Waktu Sholat

Bagi kita kaum Muslim dan Muslimat sebagaimana telah diajarkan oleh Rasulullah Muhammad SAW untuk menyegerakan Shalat bila telah tiba waktunya. Apalagi sebentar lagi kita akan memasuki bulan agung, bulan yang ditunggu seluruh umat Muslim di seluruh dunia yaitu Bulan Ramadhan 1433 H. Untuk membantu mengingatkan kita bila sudah masuk waktunya sholat, Software ini bisa membantu sehingga kita akan selalu terjaga untuk selalu beribadah tepat pada waktunya.

Shollu versi 3.08.2 ini adalah software pengingat waktu sholat yang bisa kita download dan instal di pc atau laptop kita secara gratis. Dalam software ini memungkinkan kita untuk men-setting nya sesuai keinginan kita dengan pilihan kota yang cukup banyak.