Mari Menyambut Ramadhan

Saudaraku seiman, sebentar lagi kita akan memasuki bulan yang agung nan mulia, bulan yang dinanti seluruh umat mukmin di seluruh dunia yaitu Bulan Ramadhan dan pada tahun ini menginjak tahun 1433 H. Dalam Bulan Ramadhan banyak sekali taburan hidayah dan ridho serta pahala dari Allah SWT untuk orang-orang yang beriman. Maka mari kita bersiap untuk menyambutnya dengan sebaiknya sehingga nanti kita bisa melaksanakan puasa dan ibadah lainnya dengan lebih baik. Ingat, puasa di Bulan Ramadhan hukumnya wajib lho.. Jadi jangan cari alasan untuk meninggalkannya ya, kecuali bagi orang-orang yang memang punya alasan pembenar sesuai dengan syari'at ... :-)

QS. Al Baqarah : 183

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ


Artinya : "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa"


Tentunya banyak hal yang harus kita lakukan dalam rangka menyambut datangnya Bulan Ramadhan ini, sehingga kita nantinya benar-benar siap untuk beribadah secara maksimal, beberapa diantaranya adalah:

1. Menancapkan niat bersungguh-sungguh
Niat menjadi faktor penting yang menentukan akan kemana dan seperti apa seseorang. Untuk itu dalam rangka meraih ridho dan berkah dari Allah SWT dalam bulan Ramadhan kali ini maka sebaiknya kita memperbaiki niat kita. Rosulullah SAW bersabda...

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa melakukan puasa di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap ganjaran dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (Muttafaqun ‘alaih. HR. Bukhari no. 2014 dalam Shalat Tarawih, Bab “Keutamaan Lailatul Qadr”, dan Muslim no. 760 dalam Shalat Musafir dan Qasharnya, Bab “Motivasi Qiyam Ramadhan”)

2. Memperbanyak Istighfar dan bersungguh-sungguh bertaubat
Setiap anak Adam pasti dalam kehidupannya pernah melakukan kesalahan yang membuahkan dosa, maka pembersih dari dosa tersebut adalah bertaubat kepada Allah SWT dengan sebenar-benarnya taubat.

Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Semua anak Adam pembuat kesalahan, dan sebaik-baik pembuat kesalahan ialah mereka yang bertaubat". (HR. Addarami)

Dan balasan bagi orang-orang yang bertaubat dengan sungguh-sungguh sebagaimana disebutkan dalam QS. An-Nisaa : 146..

إِلا الَّذِينَ تَابُوا وَأَصْلَحُوا وَاعْتَصَمُوا بِاللَّهِ وَأَخْلَصُوا دِينَهُمْ لِلَّهِ فَأُولَئِكَ مَعَ الْمُؤْمِنِينَ وَسَوْفَ يُؤْتِ اللَّهُ الْمُؤْمِنِينَ أَجْرًا عَظِيمًا


artinya: "Kecuali orang-orang yang tobat dan mengadakan perbaikan dan berpegang teguh pada (agama) Allah dan tulus ikhlas (mengerjakan) agama mereka karena Allah. Maka mereka itu adalah bersama-sama orang yang beriman dan kelak Allah akan memberikan kepada orang-orang yang beriman pahala yang besar"

3. Mempersiapkan diri secara fisik (jasmani) dan rohani
Berpuasa menahan diri dari segala yang membatalkan puasa terutama makan dan minum dari terbit fajar sampai terbenam matahari. Tentunya hal ini membutuhkan fisik yang sehat dan kuat agar setiap ibadah yang  dapat dilakukan dengan baik dan semata-mata mengharapkan ridho Allah SWT.